Pengajaran dari Basuh Kaki

Basuh kaki merupakan tradisi bangsa Israel dari sejak sebelum Tuhan Yesus datang ke bumi, hal ini pun tercatat beberapa kali di dalam Alkitab. Setiap kegiatan basuh kaki di Alkitab memiliki tujuan dan artinya masing-masing.

Seperti ketika Abraham membasuh kaki pada Kejadian 18:3-5, di sini menggambarkan keramahan Abraham dalam menyambut tamu.

Dalam Keluaran 40:30-32, basuh kaki adalah bentuk persiapan para imam sebelum melakukan pelayanan sebagai wujud menyucikan diri.

Selain itu, basuh kaki juga biasanya dilakukan oleh seorang hamba kepada tuannya, seperti yang dikatakan oleh Abigail ketika dia menjadi isteri Daud (1 Samuel 25:40-41).

Pengajaran Dari Basuh Kaki Lita 28 B

Namun basuh kaki yang tercatat di dalam Yohanes 13 memiliki makna yang lebih dalam dan pengajaran bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Rendah hati (Yohanes 13:13)
    Secara tradisi, orang yang kedudukannya lebih rendah membasuh kaki orang yang kedudukannya lebih tinggi, seperti seorang hamba yang membasuh kaki tuannya. Tuhan Yesus adalah seorang guru, Dia dengan rendah hati mengambil sikap seperti hamba untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Kejadian ini tidak biasa dilakukan, sampai-sampai Petrus menolak untuk dibasuh kakinya (Yohanes 13:8).
  2. Mengampuni (Yohanes 13:11)
    Pada saat itu, Tuhan Yesus sudah mengetahui bahwa Yudas Iskariot akan menyerahkan diri-Nya. Meski demikian, Tuhan Yesus tetap membasuh kaki Yudas. Kita pun harus saling mengampuni seorang terhadap yang lain.
  3. Mendapat bagian dalam Tuhan (Yohanes 13:8)
    Tuhan Yesus mengatakan bahwa yang dibasuh kakinya akan mendapat bagian dalam Tuhan. Perkataan ini mengandung arti bahwa mereka yang dibasuh kakinya akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah nanti. Maka dari itu, Tuhan Yesus memerintahkan kepada para murid-Nya, termasuk kita saat ini, untuk menerima basuh kaki yang benar.
Invalid email address