KITAB BACAAN: Kejadian. 25:12-26
Pada edisi kali ini, mari kita belajar tentang damai sejahtera dari salah satu tokoh Alkitab bernama Ishak yang tercatat dalam Kejadian 26:12-25.
Waktu itu, Ishak hidup di tanah yang disebut Gerar. Tuhan sangat memberkati Ishak hingga ia menjadi sangat kaya. Hal ini membuat orang-orang di sekelilingnya menjadi iri hati dan ingin mengganggu dia. Mereka menutup sumur-sumur Ishak sehingga membuatnya kesulitan mendapatkan air.

Meskipun begitu, Ishak tetap tenang dan tidak marah. Setiap kali sumurnya disumbat, Ia memilih untuk pergi ke tempat lain dan menggali sumur baru. Dia tidak membalas dendam sebab ia tahu bahwa Allah akan melindunginya.

Akhirnya, Ishak menemukan kedamaian sejati di dalam hatinya. Allah memberkati dia dan membuatnya makmur. Ishak menjadi teladan tentang bagaimana damai dalam hati dapat membawa berkat.
Setelah menggali sumur tiga kali, Tuhan memberkati Ishak sehingga tidak ada lagi yang mengganggunya.
Dari kisah Ishak, kita dapat belajar bahwa ketika kita memilih damai daripada marah, Allah memberikan kita kekuatan dan berkat. Hendaknya kita bisa menjadi pembawa damai seperti Ishak dalam kehidupan kita sehari-hari.



