Nilai Ujian Matematika

Hari ini, hasil ujian matematika yang dikerjakan minggu lalu akan dibagikan. Bu Guru sudah berdiri di depan kelas dan memanggil satu per satu nama murid. “Lita,” panggil Bu Guru.

Lita menoleh dan berdiri dari bangkunya. Dengan perlahan, dia berjalan menuju Bu Guru.

Bu Guru memberikan secarik kertas kepada Lita. Ketika Lita mengambilnya, dia melihat ada angka 50 dituliskan di atas kertas dengan spidol warna merah.

Teman Lita yang duduk di belakangnya melirik kertas yang masih dipegang Lita. “Hah? 50?” katanya.

“Itu nilai paling buruk,” ejek teman lainnya.

“Hahaha, Lita cuma dapat nilai 50!” yang lainnya malah menertawakannya.

Pelita kecil 36 ceritaku nilai ujian matematika (1)

Lita merasa sedih mendengar ejekan teman-temannya. Selain sedih, dia juga merasa marah karena ditertawakan. Tapi dia teringat akan ayat Amsal 14:29 yang berbunyi, “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.” Jadi dia berusaha menenangkan dirinya dan tetap bersabar mendengar ejekan teman-temannya.

Melihat suasana yang mulai ricuh itu, Bu Guru menenangkan kelas. “Sudah, semuanya duduk kembali.” Selagi mereka kembali ke bangku mereka, Bu Guru mendekati Lita dan menghibur, “Kalau kamu belajar dengan lebih bersungguh-sungguh, pasti bisa kok, Lita! Jangan dengarkan ejekan orang lain. Jangan lupa juga untuk berdoa, ya!”

Lita mengangguk dan tersenyum. Benar apa kata Bu Guru, aku pasti bisa dapat nilai yang lebih baik lain waktu, katanya dalam hati.

Pelita kecil 36 ceritaku nilai ujian matematika (2)

Mulai dari saat itu, Lita bersungguh-sungguh dalam mempelajari matematika. Ia tidak mengobrol di kelas. Ia mendengarkan penjelasan Bu Guru dengan fokus.

Di rumah juga ia mengerjakan latihan dan pekerjaan rumah. Jika tidak mengerti, ia tidak malu bertanya kepada Bu Guru di sekolah atau kepada orang tuanya di rumah.

Tidak lupa, ia juga berdoa meminta penyertaan Tuhan.

Ujian matematika pun datang lagi. Ketika hasil ujian ini dibagikan, teman-teman Lita sudah bersiap untuk mengejek Lita lagi karena mereka mengira Lita akan mendapatkan nilai terburuk lagi di kelas. Tapi, alangkah terkejutnya mereka ketika melihat kertas ujian Lita yang menunjukkan angka 95!

“Selamat ya, Lita. Kamu adalah murid yang mendapatkan nilai terbaik di ujian kali ini,” kata Bu Guru.

Teman-teman Lita pun terkagum-kagum. Mereka yang kemarin ini mengejek Lita meminta maaf kepadanya. Lita pun memaafkan mereka dan tidak menaruh dendam kepada mereka.

“Bolehkah kita belajar bersama, Lita?” tanya salah seorang temannya. 

“Tentu saja,” jawab Lita dengan riang.

Invalid email address