Ketika Abraham mau mempersembahkan Ishak, Abraham beriman, bahwa Tuhan pasti akan menjaga Ishak, anak yang sudah Tuhan janjikan kepadanya (Ibrani 11:17-19). Tapi, bagaimana dengan Ishak sendiri, ya?
Ternyata, Ishak juga memiliki iman dan ketaatan yang luar biasa!
Yuk, kita lihat bersama-sama alasannya!
- Ishak tahu tentang persembahan.
Saat mereka berjalan ke gunung, Ishak bertanya, “Ayah, mana dombanya untuk persembahan?” (Kejadian 22:7).
Dari sini, kita tahu bahwa Abraham sudah mengajarkan Ishak tentang memberi persembahan kepada Tuhan.

- Ishak mau taat.
Ketika Abraham mengikat Ishak untuk dipersembahkan, Ishak tidak melawan (Kejadian 22:9).
Padahal, Ishak masih muda dan kuat. Ia bisa saja lari. Namun, Ishak memilih untuk taat karena ia percaya kepada ayahnya dan juga kepada Tuhan yang akan menyediakan (Kejadian 22:8).

Dan benar saja, Tuhan menyediakan seekor domba sebagai pengganti Ishak! Dari sini kita belajar bahwa iman Abraham juga hidup di dalam hati Ishak, anaknya.
Mereka berdua sama-sama percaya bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya.



