Memberi Yang Terbaik

Di suatu siang, Mama pergi mengajak Lita untuk pergi berbelanja. Di sana, Mama membeli kebutuhan bulanan. Ketika sampai di kasir, mata Lita tertuju kepada permen lolipop warna warni kesukaannya.

Memberi Yang Terbaik Lita 26 B

“Lita, dari tadi kamu terus melihat permen lolipop itu. Kamu mau ya?” tanya Mama kepada Lita.

“Iya, Ma. Lita sudah lama sekali tidak makan permen itu. Lita boleh ya Ma beli, satu aja.”

“Baiklah. Mama belikan ya. Tidak hanya satu, tetapi dua.”

“Yay. Terima kasih, Ma,” jawab Lita dengan riang gembira.

Permen baru saja dibayar, Lita segera membuka permen itu dan menjilatnya.

“Wah, asik sekali ya Lita makan permennya. Enak, ya?” tanya Mama.

“Iya ma, terima kasih ya sudah dibelikan.”

“Sama-sama, Lita. Melihat Lita makan permennya, Mama jadi mau juga. Mama boleh minta?”

Sambil mengeluarkan permen yang ada di mulut dan menjulurkan tangan yang memegang permen yang sedang dijilat, Lita berkata, “Boleh dong ma.”

“Terima kasih Lita. Tetapi Lita, apakah ini adalah bentuk kamu memberikan yang terbaik?”

Lita terdiam sebentar, lalu membuka mulutnya, “Tidak, Ma.”

“Kalau begitu, seperti apa bentuk memberikan yang terbaik dari Lita?”

“Seharusnya Lita memberikan permen lolipop yang baru ini, Ma,” jawab Lita sambil mengeluarkan permen yang belum dibuka dari kantongnya.

Memberi Yang Terbaik Lita 26 C

“Betul, Lita. Jadi permen baru ini untuk Mama?”

“Kalau begitu, seperti apa bentuk memberikan yang terbaik dari Lita?”

“Seharusnya Lita memberikan permen lolipop yang baru ini, Ma,” jawab Lita sambil mengeluarkan permen yang belum dibuka dari kantongnya.

“Betul, Lita. Jadi permen baru ini untuk Mama?”

“Iya, Ma. Lagipula, semua permen ini Mama juga yang belikan. Mama cobain ya, enak sekali Ma.”

“Terima kasih, Lita. Sekarang kita pulang, yuk.”

“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” (2 Korintus 9:7)

Invalid email address