Adik-adik, ada yang tahu apa itu penjara? Penjara adalah sebuah tempat yang disediakan negara untuk menahan seseorang. Seseorang yang tinggal di dalam penjara (atau disebut ‘tahanan’) tidak mempunyai kebebasan. Dia tidak bisa bertemu dengan keluarganya setiap hari. Dia juga tidak bisa makan makanan yang dia mau.
Di dalam Alkitab, ada banyak contoh tokoh yang pernah tinggal di dalam penjara. Salah satunya adalah Paulus. Yuk kita cari tahu lebih dalam tentang seperti apa sih kondisi penjara di zaman Paulus.
Penjara pada zaman Roma kuno mempunyai ventilasi yang buruk, apalagi tempat ini berada di bawah tanah. Hal ini menyebabkan udara menjadi sangat pengap dan panas! Coba bayangkan: kita tinggal di sebuah kota berudara panas tanpa AC atau kipas angin. Menderita, bukan?
Tidak hanya itu, karena sel penjara tersebut berada di ruang bawah tanah, maka para tahanan tidak mendapatkan cahaya matahari. Maka, semakin dalam sel tersebut berada, semakin gelap juga keadaan sekitarnya.
Selain itu, ada banyak tikus dan hama! Ditambah lagi tidak ada kasur empuk atau alas lainnya untuk dijadikan tempat tidur. Jadi, tahanan tersebut kemungkinan akan tidur di lantai dan menggunakan jubahnya sebagai selimut.

Di samping kondisi lingkungannya, seorang tahanan juga bisa dirantai dan besi rantai ini bisa membuat kulit menjadi lecet. Lalu, kaki mereka dibelenggu dan tangan mereka diborgol sehingga mereka sangat sulit untuk bergerak bebas.
Meskipun Paulus pernah ditahan dalam kondisi penjara yang sangat pengap itu, tapi dia masih bisa bersukacita (Kolose 1:24). Itu karena Paulus dipenuhi dengan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 13:9) dan ia telah menghasilkan buah Roh, yang salah satunya adalah sukacita (Galatia 5:22). Yuk kita mau belajar dari Paulus yang tetap bersukacita meskipun berada dalam penderitaan ini!



