“Huuh.. susah banget ya pujian ini, “ gerutu Lita saat berlatih piano.
Sabat depan, Lita akan mengiringi pujian untuk pertama kalinya.
Lita sudah mempersiapkan diri dan berlatih sejak beberapa minggu yang lalu. Tapi masih ada pujian yang belum dikuasainya.
“Ma, aku boleh mundur aja dari pelayanan ini? Aku masih belum bisa memainkan pujian ini dengan baik. Sulit banget, Ma,” pinta Lita.
Mama lalu menjawab, “Lita, yuk kita sama-sama berdoa dulu untuk minta penyertaan Tuhan.”
Mama kemudian memimpin doa dan memberikan sebuah ayat.
Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.
Mazmur 92:5
“Lita, kalau kita hanya melihat betapa sulitnya persiapan pelayanan ini, kita pasti akan merasa terbeban. Tapi, kalau kita melihat bagaimana Tuhan menyertai dan melakukan pekerjaan-Nya atas kita, kita akan melihat kasih Tuhan yang begitu besar dan bersukacita atas-Nya,” ucap Mama.
Lita lalu menjawab: ” Benar, Ma. Setelah Lita berdoa dan renungkan kembali latihan yang Lita sudah lakukan, Lita merasakan sungguh besar penyertaan Tuhan. Banyak kemajuan yang tidak mungkin bisa Lita lakukan sendiri. Lita merasa sangat bersyukur dan bersukacita bagaimana Tuhan menyertai dan tidak meninggalkan Lita saat kesulitan.”

Mama lalu menjawab, ” Benar, Lita. Saat kita melayani-Nya dengan sungguh, kita akan merasakan sukacita yang sejati.”
Mendengar itu, Lita kembali bersemangat berlatih piano. Kali ini, ia berlatih piano dengan penuh sukacita.



