Berapa lamakah kita harus taat? Sampai besok? Sampai kita menjadi dewasa? Sampai kita menjadi tua? Sampai kapan? Cerita Abraham mengajarkan kepada kita bahwa kita harus taat sampai selama-lamanya.
Ketika Tuhan memanggil Abraham keluar dari negerinya, Dia juga menjanjikan akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Waktu itu usianya 75 tahun dan belum memiliki anak. Setelah 25 tahun berlalu, barulah lahir Ishak, anak yang dijanjikan Tuhan (Kejadian 21:5).
Tetapi ini baru satu orang saja, belum menjadi bangsa yang besar. Ketika anak-anak Yakub tinggal di Mesir, jumlah mereka bertambah banyak dan mulai menjadi bangsa yang besar (Keluaran 1:7).

Selain itu Tuhan juga menjanjikan bahwa tanah Kanaan tempatnya berdiam akan menjadi milik keturunannya. Sampai Abraham meninggal, tanah Kanaan masih belum menjadi milik Ishak. Barulah ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan masuk ke tanah Kanaan dipimpin yang oleh Yosua, tanah itu menjadi milik keturunannya (Yos 22:4).
Dari sini kita bisa belajar bahwa Tuhan pasti akan menepati janji-Nya, namun kita harus tetap taat. Abraham taat kepada perintah Tuhan untuk keluar dari negerinya sampai akhir hidupnya, meski janji yang diberikan Tuhan belum terlihat. Yuk kita belajar untuk senantiasa taat dan setia kepada perintah Tuhan Yesus.



